-Menuju Pilgub Maluku
AMBON —
Merebut dua kursi DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Maluku, sebagaimana ditargetkan Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia (PDI-P) Maluku, bukanlah merupakan hal yang mudah.
Pasalnya, semua partai politik punya ambisi yang sama untuk memperoleh jatah empat kursi dari Provinsi Maluku.
Setidaknya hal itu disampaikan Pengamat Politik Fahmi Fatsey saat berbincang dengan Rakyat Maluku, Minggu 15 Januari 2023. “Tidak mudah satu partai bisa mendapatkan dua kursi. Semua partai punya ambisi untuk itu. Bahkan partai yang sudah berhasil meraih kursi pada pemilu 2019 lalu juga punya kepentingan yang tinggi untuk mempertahankannya,” kata Fahmy.
Yang pasti, lanjut dia, Partai Gerindra, NasDem dan PKS, mati-matian untuk mempertahankan kursi mereka di DPR RI yang sudah ada, belum lagi partai-partai potensial seperti Golkar dan Demokrat yang juga ingin mengembalikan kursi DPR RI mereka yang sempat lepas.
”Memang, kalau dilihat dari kompoisi calon DPR RI milik PDI-P, kelima nama yang disampaikan punya tingkat elektoral yang tinggi, seperti Mercy Barends yang adalah incumbent ditambah Widya Murad Ismail yang adalah isteri Gubernur Maluku, lalu Edwin Huwae, Herman Koedoeboen dan Sam Attapary. Tapi jangan lupa, di partai lain pun pasti telah memperhitungkan itu dengan menempatkan figur-figur yang bisa meraup suara yang banyak,” pungkasnya.
“Mungkin kader-kader PDIP di Maluku sudah kerja dan konsolidasi secara masif untuk kemenangan PDIP di Maluku secara utuh. Tapi yang pasti kader partai lain juga sudah bekerja, apa lagi mereka yang incumbent seperti Pak Hendrik Lewerisa, Sa’adiah Uluputty dan Abdullah Tuasikal,” sambung dia.
Ia menambahkan, jika berniat merebut dua kursi, PDI- P sebagai partai penguasa di Maluku harus bekerja ekstra keras.
“Kemenangan partai politik itu bisa dilihat pada kerja-kerja para kader partai, bagimana sosialisasi diri mereka secara umum kepada masyarakat, dan bagimana mereka bisa mengambil hati masyarakat. Karena disitulah kuncinya,” kata dia.
Sebelumnya, Sekretaris DPD PDI-P Maluku, Benhur G Watubun mengakui target dua kursi adalah optimisme PDI-P Maluku.
Menurut Ketua DPRD Maluku ini, Optimisme itu bukan tanpa alasan, namun berdasarkan dua pertimbangan dan hitungan. Yang pertama, pada Pileg 2019 kemarin PDI-P punya perolehan suara yang tinggi baik secara perseorangan maupun suara partai, sehingga apa yang diraih pada Pileg 2019 kemudian akan dijadikan dasar ukuran bagi kader-kader yang maju di Pileg kali ini.
Yang kedua, kata Benhur, DPD PDI-P Maluku sudah melakukan pengecekan dan ternyata para kadernya yang akan maju sudah melakukan gerakan di lapangan, di basis mereka masing-masing dan mendapat sambutan yang sangat luar biasa dari rakyat.
Optimisme PDI-P Maluku ini, harap dia, mesti dihargai oleh semua pihak sebagai sebuah konsekuensi logis dalam pesta demokrasi.
Peluang PDI-P Maluku untuk merebut dua kursi DPR RI ini bahkan didukung oleh Peneliti Politik Nendy Asatri dari Index Indonesia. Dikatakan, optimisme itu adalah hal yang rasional.
Pasalnya, jika dilihat dari data hasil rekapitulasi pemilu 2019 lalu secara statistik PDI-P Maluku punya peluang untuk merebut dua kursi DPR RI karena hanya PDI-P yang akumulasi perolehan suaranya melebihi bilangan pembagi yang berlaku saat itu.
Apa lagi, lanjut dia, salah satu calon DPR RI dari PDI-P adalah isteri gubernur Maluku yang punya tingkat elektoral yang tinggi, belum lagi jika dihitung dukungan kepala daerah, termasuk para caretaker kepala daerah, di kabupaten maupun kota yang punya masa tugas hingga tahun 2024. (dikutip dari rakyatmaluku.com)
