Pedagang Harap Alham Valeo Konsisten

Tidak Meminta Uang dari Pedagang Selama Pembangunan

SiarAmbon – Pedagang pasar Batu Merah berharap Direktur Alive To Madale, Alham Valeo untuk konsisten dengan pernyataannya yang menegaskan bahwa tidak akan meminta uang sepeserpen kepada pedagang selama proses pembangunan pasar apung, Hatukau Waterfront City Ambon.

Harapan itu mencuat menyusul prosesi pemancangan tiang pancang dilakukan, Rabu 8 April 2026 oleh Gubernur Maluku. “Kami berharap pa Alham konsisten dengan pernyataannya. Tidak akan minta uang ke pedagang selama pasar dibangun,” ungkap pedagang yang menyebut namanya, Ismet.

Dia mengaku, konsistensi itu diharapkan karena pengalaman pembangunan lapak-lapak sebelumnya di Kawasan Mardika yang ditangani Alham Valeo, banyak oknum-oknum yang meminta pedagang membayar di awal sebelum pembangunan rampung. Bahkan, pedagang diancam, kalau tidak membayar sesuai permintaan, maka diberikan kepada edagang lain dengan harga lebih tinggi.

“Katong di Mardika itu disuruh panjar dolo, kalau seng, seng dapat lapak. Padahal, lapak saja baru berdiri tiang-tiang,” ungkapnya sembari mengenang lapaknya di Mardika yang telah dibongkar pemerintah karena dibangun di atas jalur drainase.

Untuk itu, dia berharap, dalam pembangunan pasar apung ini, pedagang tidak diminta membayar dalam jumlah tertentu sampai pembangunan selesai. Sebab, belum lama ini, kata dia, ada orang-orang yang diduga kaki tangan Alham Valeo mendatangi mereka untuk menandatangani surat pernyataan pembangunan pasar dan diminta mengganti uang meterei Rp20 ribu.

Dia juga berharap, selama proses pembangunan tidak ada permintaan panjar-panjar tertentu dari pihak pengembang sampai pasar rampung dibangun.

Sekadar informasi, pembangunan Hatukah Waterfront City Ambon itu, rencananya dibangun dua lantai dengan jumlah lods jualan/kios sebanyak 700 unit. Anggaran pembangunannya diprediksi mencapai Rp60-70 miliar. Proyek tersebut dijadwalkan rampung dalam 18 bulan. (*)

Exit mobile version