SiarAmbon – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku menggelar Rapat Pleno Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Tahun 2026 di Kantor OJK Maluku, Rabu (15/4/2026).
Rapat pleno ini menjadi momentum strategis untuk memperluas inklusi keuangan sebagai instrumen utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah di tengah dinamika global.
Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, menegaskan pelaksanaan rapat pleno tahun ini memiliki urgensi tinggi seiring perkembangan global yang menuntut kesiapan daerah dalam menjaga stabilitas keuangan. Menurutnya, TPAKD bukan sekadar forum administratif, melainkan pusat koordinasi strategis untuk menyatukan langkah dalam memperkuat ekonomi masyarakat.
“Rapat pleno TPAKD Kota Ambon tahun 2026 ini penting karena kita tidak hanya mengejar target kinerja yang telah ditetapkan, tetapi juga harus lebih waspada dan siap menghadapi dinamika global,” ujarnya.
Walikota juga menekankan bahwa akses keuangan yang merata merupakan fondasi utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, ia menyoroti capaian penurunan angka kemiskinan di Kota Ambon, dari 5,13 persen menjadi 4,34 persen pada tahun 2025.
Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya intervensi berbasis data yang akurat agar kebijakan yang diambil lebih tepat sasaran. Tidak ada masyarakat sejahtera tanpa akses keuangan yang baik. Melalui TPAKD, kita menghadirkan solusi konkret, baik peningkatan literasi maupun inklusi keuangan, agar masyarakat tidak hanya konsumtif, tetapi juga memiliki tabungan dan investasi, tegasnya.
Lebih lanjut, ia mendorong sektor perbankan untuk meningkatkan penyaluran kredit ke sektor produktif, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Perbankan jangan terlalu bergantung pada kredit konsumtif. Mari beralih ke kredit produktif agar UMKM bertumbuh, akses keuangan meningkat, dan ekonomi daerah terus bergerak positif, pungkasnya. (RM/*)
