Azis, Rovik dan  Novan, Kader PPP yang Siap Maju Pilkada 

Azis Hentihu, Rovik Akbar Afifuddin, dan Novan Liem

AMBON —  Partai Persatuan Pembangunan (PPP) secara nasional tidak berhasil menembus ambang batas atau parlement treshold (PT) 4.0 persen. Namun, partai berlambang Kakbah ini memiliki figur-figur  magnet yang patut dilirik pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) November 2024 mendatang. 

Di Provinsi Maluku, ada sejumlah kader yang disebut layak untuk dijual sebagai bakal calon kepala daerah. Untuk level provinsi, ada nama Sekretaris DPW PPP Maluku, Rovik Akbar Afifuddin yang digadang-gadang bakal maju sebagai calon wakil gubernur Maluku. Di Kota Ambon, ada nama mantan anggota DPRD Kota Ambon dua periode, Muhammad Novan Liem yang dilirik beberapa calon untuk menjadi wakil walikota Ambon. 

Selain itu, di Kabupaten Buru, Ketua DPW PPP Maluku, Azis Hentihu disebut memiliki peluang yang sangat besar untuk menjadi bupati pada daerah penghasil emas itu. Maklum, di Kabupaten Buru, PPP memiliki lima kursi yang memenuhi syarat untuk mengusung kepala daerah. 

 Informasi yang dihimpun media ini, Rovik disebutkan dilirik oleh anggota DPR RI asal Gerindra, Hendrik Lewerissa untuk dijadikan calon wakil gubernur. Sedangkan, Novan Liem, menjadi incaran Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon, Agus Ririmasse dan juga Penjabat Walikota Ambon, Bodewin Wattimena untuk dijadikan pasangan calon. 

Sementara  Azis Hentihu, disebutkan akan maju sebagai Bupati Buru, berpasangan dengan politisi asal Partai Golkar, Gadis Umasugi. 

“Ini jelas bahwa kader-kader PPP memiliki nilai jual di Provinsi Maluku. Ketiga nama itu, sudah punya popularitas dan memiliki basis pemilih yang jelas. Sehingga, peluang mereka untuk menjadi kepala daerah sangat terbuka dan menguntungkan,” ungkap salah seorang kader PPP kepada media ini, yang meminta tidak ditulis namanya. 

Menurut dia, berdasarkan pengalaman di beberapa pemilihan kepala daerah, figur-figur yang diusung PPP, berbuah kemenangan, seperti saat mengusung Richard Louhenapessy dan Syarif Hadler beberapa waktu lalu. (*)

Exit mobile version