Warga Keluhkan Minyak Tanah Langka, Gubernur Sebut Cepat Habis 

SiarAmbon — Minyak tanah (Mitan) semakin langka di Kota Ambon. Bahkan, kelangkaan tersebut sudah terjadi sejak awal Desember 2025. 

Kelangkaan minyak tanah terjadi hampir merata di seluruh kecamatan di Kota Ambon. Baik itu di Kecamatan Nusaniwe, Sirimau, Baguala hingga Teluk Dalam.

Tati Tuhulele, warga Batu Merah mengaku, di kawasan Batu Merah Kampung, minyak tanah sudah sangat sulit ditemukan. “Katong malah pi cari untuk beli sampai di kawasan Kebun Cengkeh,” ungkap Tati.

Kelangkaan serupa juga terjadi di Air Salibar, warga mengeluhkan susahnya menemukan minyak tanah menjeleng Natal dan Tahun Baru. Padahal, kabar yang beredar stok minyak tanah tersedia. 

Menariknya, Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, mengungkapkan  bahwa minyak tanah (mitan) di Kota Ambon tidak langka, melainkan stok cepat habis akibat tingginya konsentrasi pembeli di beberapa pangkalan tertentu. Pernyataan itu disampaikan saat ia memantau langsung distribusi minyak tanah di pangkalan Waihaong, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Rabu 17 Desember.

Peninjauan ini dilakukan menyusul laporan masyarakat terkait kesulitan mendapatkan bahan bakar tersebut menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Saat berada di lokasi, Gubernur berdialog dengan pemilik pangkalan untuk memastikan kelancaran distribusi dan meninjau kondisi persediaan.

“Saya mengecek langsung kondisi di lapangan. Setelah dikonfirmasi, pasokan dari Pertamina sebenarnya lancar. Kondisi ini bukan langka, melainkan stok habis karena pembeli membludak di titik ini saja. Disebut langka apabila pasokan dari Pertamina tidak datang atau terlambat, sementara permintaan tinggi,” jelas Gubernur.

Untuk mengantisipasi kekosongan stok di satu titik, Gubernur menginstruksikan agar distribusi minyak tanah merata di seluruh wilayah. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat bisa memperoleh bahan bakar di lokasi terdekat tanpa harus bertumpu pada satu pangkalan, sehingga pelayanan publik tetap berjalan normal.

Sementara itu, pihak Pertamina yang mendampingi Gubernur menjelaskan bahwa mereka telah menambah penyaluran minyak tanah sebesar 19% dari kuota normal bulanan sejak pekan lalu, sebagai antisipasi kebutuhan Natal dan Tahun Baru. Total kiriman ke pangkalan mencapai 1,2 kiloliter atau enam drum per hari. (Ym)

Exit mobile version