Sebagai informasi, hujan deras mengakibatkan talud penahan tanah yang menjadi pembatas antara TPU dan Masjid Muhajirin ambruk.
Akibat kejadian tersebut, sebagian besar makam di TPU rusak, sementara beberapa lainnya ambruk.
Tokoh masyarakat sekaligus pengurus Masjid Muhajirin, Nasir Rumra, mengatakan bahwa warga bersama pengurus masjid saat ini masih melakukan evakuasi terhadap kerangka jenazah yang tertimbun material longsor.
“Sementara ini kami masih terus melakukan evakuasi jenazah yang tertimbun,” ujar Nasir di Ambon, Rabu, 29 April 2026.
Ia mengungkapkan, peristiwa longsor tersebut menyebabkan sejumlah makam rusak dan sedikitnya sepuluh kerangka jenazah berpindah tempat serta tertimbun.
Hingga saat ini, lima dari sepuluh kerangka jenazah telah berhasil dievakuasi dan dipindahkan ke Masjid Muhajirin.
“Ada lima jenazah yang sudah berhasil diidentifikasi oleh pihak keluarga, sementara lima lainnya belum teridentifikasi. Saat ini proses evakuasi masih terus dilakukan,” jelasnya. *
