SiarMaluku – Dinas Kehutanan Provinsi Maluku meningkatkan kewaspadaan menyusul terdeteksinya 369 titik panas (hotspot) yang berpotensi mengindikasikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah kabupaten dan kota di Maluku berdasarkan hasil pemantauan pada Selasa (20/10/2026).
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Maluku, Haikal Baadilla, mengungkapkan bahwa dari 369 hotspot tersebut, tercatat 11 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence), 352 titik dengan tingkat kepercayaan menengah (medium confidence), dan enam titik dengan tingkat kepercayaan rendah (low confidence).
“Berdasarkan hasil pemantauan hotspot pada Selasa (20/10/2026), tercatat 369 titik panas di sejumlah wilayah Maluku,” ungkap Haikal, Rabu (21/10/2026).
Dijelaskan, sebaran 11 titik panas dengan kategori high confidence terdiri atas satu titik di Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), delapan titik di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), dan dua titik di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).
Sementara itu, titik panas kategori medium dan low terpantau di sejumlah wilayah, meliputi Kabupaten Buru, Kabupaten Buru Selatan (Bursel), KKT, Kabupaten MBD, Kabupaten SBB, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), dan Kota Ambon.
“Titik panas merupakan indikator awal yang perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan lapangan untuk memastikan ada atau tidaknya kebakaran. Karena itu, pemantauan berkala dan koordinasi dengan pihak terkait terus dilakukan guna mengantisipasi potensi kebakaran serta mencegah api meluas ke kawasan lain,” jelasnya.
Dinas Kehutanan Provinsi Maluku mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, menghindari pembakaran lahan secara sembarangan, serta segera melaporkan kepada pihak berwenang jika menemukan indikasi kebakaran.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi karhutla, tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan, dan segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan tanda-tanda kebakaran,” tegas Haikal. (RM)












