SiarAmbon — Jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dilaporkan meningkat di sejumlah kabupaten/kota di Maluku di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.
Asisten III Setda Provinsi Maluku, Dominggus N. Kaya, mengatakan, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian bersama agar risiko gangguan kesehatan akibat kabut asap dapat ditekan.
“Berdasarkan informasi dari Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, sejumlah kabupaten/kota telah menunjukkan peningkatan jumlah pasien penderita ISPA,” ungkap Kaya, di Ambon Senin (12/10/2026).
Menurut Kaya, peringatan terkait kualitas udara tersebut juga merujuk pada rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Masyarakat yang beraktivitas di luar rumah diminta mewaspadai dampak kabut asap terhadap kesehatan pernapasan.
“Karena kondisi cuaca, terutama kabut asap yang ditimbulkan oleh kebakaran hutan dan lahan, BMKG telah mengeluarkan rilis terakhir per hari ini yang menggambarkan bahwa kondisi udara tidak sehat bagi masyarakat yang beraktivitas di luar rumah,” katanya.
Untuk mengantisipasi risiko tersebut, Pemerintah Provinsi Maluku membagikan 1.500 masker kepada masyarakat di Kota Ambon, Kegiatan ini melibatkan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Sekretaris Daerah Maluku Sadali Ie, dan sejumlah pejabat Pemprov Maluku.
Dikatakan, pembagian masker dilakukan di dua titik. Gubernur Hendrik membagikan masker di sekitar Gereja Maranatha, sedangkan Sadali bersama pejabat lainnya menyasar masyarakat di kawasan lampu merah Pos Kota Ambon.
“Masker diberikan kepada warga yang melintas, termasuk pengguna kendaraan roda dua, roda empat, dan transportasi umum,” terangnya.
Kaya menjelaskan, pembagian masker tersebut merupakan tindak lanjut dari imbauan pemerintah untuk melindungi masyarakat dari dampak kabut asap. Warga juga diminta mengurangi kegiatan di luar ruangan selama kondisi udara belum sehat.
“Diharapkan masyarakat mengurangi sebanyak mungkin aktivitas di luar rumah. Kalaupun terpaksa keluar, maka diharapkan menggunakan masker yang standar sehingga bisa mencegah terjadinya peningkatan ISPA,” jelasnya.
Sebanyak 1.500 masker jenis Protective Mask KN95 yang dibagikan tersebut disediakan oleh Dinas Kesehatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku. (SM]












