-Siapkan 300 Ribu Tentara Siap Serangan Darat
TEL AVIV — Militer Israel mengatakan 300.000 tentara berkumpul di dekat Jalur Gaza untuk kemungkinan serangan darat terhadap Hamas.
Bahkan, untuk mempersiapkan itu, Amerika Serikat sudah turun membantu dengan mengirimkan amunisi.
Pesawat pertama yang membawa amunisi Amerika untuk serangan Israel di Gaza telah mendarat di negara tersebut.
Pengumuman tersebut muncul, Rabu pagi tadi, setelah Amerika Serikat mengatakan akan mengirimkan pasokan baru berupa pertahanan udara, amunisi dan bantuan keamanan lainnya kepada sekutunya untuk memerangi Hamas.
Selain amunisi, AS juga diyakini akan menyediakan lebih banyak pencegat ke Israel untuk mengisi kembali Iron Dome-nya.
Dalam beberapa hari terakhir, rentetan roket dari Gaza telah mengenai beberapa sasaran di Israel, menghindari sistem pertahanan udara yang sangat dibanggakan.
Israel adalah penerima bantuan militer AS dalam jangka panjang dan menikmati aliran dukungan keuangan Amerika.
Washington pada tahun 2016 setuju untuk memberikan bantuan militer senilai $38 miliar kepada Tel Aviv selama 10 tahun, yang merupakan paket bantuan militer terbesar yang pernah diberikan kepada satu negara.
Dalam fase konflik saat ini, Israel membutuhkan senjata ringan untuk infanteri dan pencegat pertahanan udaranya guna melindungi infrastruktur sipil serta pusat komando dan kendali militernya.
Seperti dikutip dari Aljazeerah berbahasa Inggris, hanya beberapa jam sebelum pengumuman bantuan militer terbaru, Presiden AS Joe Biden menegaskan kembali dukungannya untuk Israel, menggambarkan serangan Hamas pada hari Sabtu sebagai “tindakan yang sangat jahat”.
Biden juga memperingatkan mereka yang mungkin berusaha mengambil keuntungan dari situasi ini untuk menjauh, dengan mengatakan bahwa pasukan AS telah “meningkatkan postur kekuatan militer di kawasan untuk memperkuat pencegahan”. (*SM)
