-Cerita Rakyat (2)
Kota Ambon pasca kerusuhan sosial beberapa tahun lalu, perlahan mulai bangkit dengan membenahi potensi wisata yang ada. Mulai dari pembenahan infrastruktur hingga promosi wisata yang gencar dilakukan. Bahkan, salah satu promo wisata yang digalakkan Pemkot Ambon saat ini, yakni Pesta Teluk Ambon yang dipusatkan di Tanjung Marthafons.
Tanjung Marthafons atau Tanjung Martha Alfons, terletak di seberang Kota Ambon. Untuk menuju ke daerah itu, masyarakat kota bisa melewati Jembatan Merah Putih (JMP), menuju Desa Poka, Kecamatan Baguala atau dengan menggunakan perahu nelayan. Waktu tempuh antara 15 menit hingga 20 menit. Menariknya, saat ini berada di atas JMP atau alat transportasi laut itu, Anda akan menikmati pemandangan teluk Ambon yang indah.
Selain itu, Tanjung Marthafons memiliki daya tarik tersendiri, karena pantainya yang landai, berpasir indah dan dilengkapi tepian (pembatas pantai) yang dibuat dari tembok dengan ketinggian satu meter dari pantai. Dari tembok pembatas pantai itulah, masyarakat kota Ambon bisa leluasa memperhatikan suasana teluk yang tenang.
Tak salah, jika lokasi ini menjadi tempat tujuan wisata yang “murah” baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Tanjung yang diambil namanya dari kisah cinta Martha dan Alfonso ini, terlihat ramai, terutama saat weekend.
Dahulu ketika Ambon belum dilanda konflik sosial, kawasan Tanjung Marthafons dikuasai Pertamina. Pihak Pertamina kemudian membuat vila-vila kecil sebagai tempat peristirahatan bagi bos-bos Pertamina. Bahkan, tempat hiburan malam pun ada. Di situ wisatawan bisa menyanyi dan berdansa.
Walau demikian, hingga kini suasana pantai di Tanjung Marthafons masih tetap indah. Tak salah jika Dinas Pariwisata Kota Ambon, optimis Tanjung Marthafons merupakan lokasi wisata yang punya potensi dikunjungi wisatawan. Apalagi, setelah lokasi itu ditetapkan sebagai lomba sampan tradisional tahunan. (tim)












