Ada 157 Kebakaran di Tahun 2026, Walikota Imbau Warga Waspada

SiarAmbon — Setidaknya ada 157 angk peristiwa kebakaran di tahun 2026. Kondisi itu diiingatkan oleh Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, agar masyarakat selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di Kota Ambon.

Peningkatan signifikan terjadi dalam dua bulan terakhir, terutama pada September dan Oktober. Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon pun mengingatkan masyarakat agar menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk pembakaran lahan yang tidak terkendali.

“Kesadaran dan kewaspadaan masyarakat sangat penting untuk mencegah terjadinya kebakaran. Kami mengimbau warga agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama pembakaran lahan yang tidak terkendali,” kata Bodewin kepada wartawan di Ambon, Kamis (22/10/2026).

Berdasarkan data kejadian kebakaran periode Januari hingga 21 Oktober 2026, tercatat 11 kejadian pada Januari dan Februari. Jumlah tersebut menurun menjadi enam kejadian pada Maret, kemudian lima kejadian masing-masing pada April, Mei, dan Juni.

Pada Juli, tercatat enam kejadian kebakaran. Angka tersebut meningkat menjadi 15 kejadian pada Agustus, kemudian melonjak menjadi 33 kejadian pada September dan mencapai 60 kejadian dalam catatan hingga 21 Oktober.

Bodewin menegaskan, upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran membutuhkan koordinasi yang kuat antarperangkat daerah serta keterlibatan aktif masyarakat.

Menurutnya, kesiapan personel, dukungan peralatan, pemantauan kawasan rawan, serta kecepatan merespons laporan masyarakat menjadi faktor penting untuk meminimalkan risiko kebakaran.

“Pencegahan harus menjadi perhatian bersama. Pemerintah dan masyarakat perlu saling mendukung, sehingga potensi kebakaran dapat diantisipasi sedini mungkin dan tidak menimbulkan dampak yang lebih luas,” ujarnya.

Berdasarkan sebaran wilayah, Kecamatan Nusaniwe mencatat peningkatan kejadian kebakaran paling tinggi pada Oktober, yakni 33 kejadian, dibandingkan sembilan kejadian pada September.

Sementara itu, Kecamatan Sirimau mencatat penurunan dari 12 kejadian pada September menjadi 11 kejadian pada Oktober.

Di Kecamatan Teluk Ambon, jumlah kejadian meningkat dari dua menjadi enam kasus. Kecamatan Teluk Ambon Baguala mencatat tiga kejadian pada September dan Oktober, sedangkan Kecamatan Leitimur Selatan mencatat satu kejadian pada Oktober setelah tidak terdapat kejadian pada bulan sebelumnya.

Data rekapitulasi juga menunjukkan peningkatan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), dari 26 kejadian pada September menjadi 54 kejadian pada Oktober. Jumlah tersebut bertambah 28 kejadian atau sekitar 107,7 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Sebagai perbandingan, sepanjang September hingga Desember 2025 tercatat 27 kejadian kebakaran, masing-masing lima kejadian pada September, enam pada Oktober, tiga pada November, dan 13 pada Desember.

Bodewin mengatakan, perbandingan data tersebut perlu memperhatikan perbedaan periode pencatatan, mengingat data tahun 2025 hanya mencakup empat bulan terakhir.

Ia kembali mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan langkah-langkah pencegahan, terutama dalam menggunakan sumber api dan melakukan aktivitas pembakaran di sekitar permukiman maupun kawasan lahan terbuka.

Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan kebakaran agar petugas dapat melakukan penanganan secepat mungkin.

“Melalui peningkatan kewaspadaan dan kerja sama seluruh pihak, upaya pencegahan dan penanganan kebakaran di Kota Ambon diharapkan berjalan lebih optimal, sehingga keselamatan warga, permukiman, dan lingkungan tetap terlindungi,” tandasnya. (RM)

Exit mobile version