SiarNabire – Provinsi Papua Tengah mengubah pendekatan penanganan kemiskinan dari sekedar bantuan dengan mengintegrasikan program pemberdayaan dan pengarusutamaan gender (PUG) agar masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi memiliki akses dan kesempatan untuk mandiri.
Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa di Nabire, Kamis, mengatakan kemiskinan tidak hanya berkaitan dengan rendahnya pendapatan, tetapi juga keterbatasan akses masyarakat terhadap pendidikan, kesehatan, pekerjaan, perlindungan sosial, dan kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan.
“Kemiskinan tidak cukup dilawan dengan bantuan, tetapi harus diatasi dengan pemberdayaan, kesempatan, dan kemandirian,” katanya pada sambutan Rakor Integrasi Program Penanggulangan Kemiskinan dan PUG dalam Perencanaan Pembangunan Daerah Papua Tengah 2026.
Ia mengatakan pendekatan tersebut perlu memperhatikan kelompok yang masih menghadapi hambatan dalam memperoleh pelayanan dasar dan meningkatkan kesejahteraan, terutama perempuan, anak, penyandang disabilitas, masyarakat adat, dan warga di daerah terpencil.
Menurutnya, program penanggulangan kemiskinan dan PUG tidak dapat dirancang secara terpisah karena ketimpangan akses dapat memperbesar kerentanan ekonomi masyarakat.
Karena itu Pemprov Papua Tengah mengintegrasikan perencanaan lintas sektor dengan melibatkan pemerintah kabupaten, pemerintah kampung, dunia usaha, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya.










