Sepekan Dilapor, Perusak Pourvis Coffee Belum Ditangkap

Beberapa terduga pelaku pengrusakan terekam CCTV saat berada di Pourvis Coffee.

SiarAmbon — Sudah lebih sepekan kasus pengrusakan dan penganiayaan terhadap pengunjung di Pourvis Coffee dilaporkan kepada aparat kepolisian. Mirisnya, hingga saat ini belum satupun pelaku yang dibekuk.

“Sudah sepekan lebih kasus ini, kami laporkan, tapi perkembangannya terkesan lamban,” ungkap Farhan Attamimi, Owners Pourvis Coffee, Selasa 14 April 2026.

Menurutnya, saat dilaporkan banyak video CCTV yang ikut diserahkan. Dalam rekaman-rekaman tersebut beberapa wajah pelaku terlihat jelas. Malah kata dia, identitas dan tempat tinggal juga sudah diketahui.

“Entah kenapa sampai saat ini belum ada yang ditanggap,” kesalnya.

Dia khawatir jika kasus ini lambat ditangani, akan menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum di Kota Ambon. Bahkan dikhawatirkan akan terjadi di tempat-tempat usaha lain karena tidak adanya perlindungan dan penegakan hukum.

Kasi Humas Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease Ipda Janete S. Luhukay, menyampaikan bahwa para terlapor sebenarnya telah dipanggil untuk dimintai keterangan, namun tidak memenuhi panggilan.

“Penyidik sudah mengundang mereka, tetapi tidak hadir. Akan dijadwalkan pemanggilan ulang,” ujarnya melalui sambungan telepon.

Ia menegaskan bahwa kasus tersebut tetap dalam proses penanganan sejak pertama kali dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).

“Kasus ini sudah ditangani dan masih terus diproses,” tegasnya.

Sebelumnya, Kafe Pourvis yang berlokasi di Kompleks Muhajirin, Kebun Cengkeh, Desa Batu Merah, Kota Ambon, dirusak oleh sekelompok pemuda pada Rabu (1/4/2026) dini hari.

Selain melakukan perusakan, para pelaku juga diduga menganiaya salah satu karyawan kafe. Hingga saat ini, motif aksi tersebut belum diketahui secara pasti.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *