Hati-hati, Gelombang Tinggi dan Angin Kencang Sampai 11 Januari di Perairan Maluku

Sementara itu, gelombang dengan ketinggian hingga 2,5 meter diprakirakan berpotensi terjadi di perairan utara Pulau Buru, perairan utara Seram Bagian Timur, serta perairan utara Maluku Tengah.

Kepala Stasiun Maritim Ambon, Mujahidin, menjelaskan bahwa kondisi gelombang tinggi tersebut dipengaruhi oleh pola angin di wilayah Maluku yang umumnya bergerak dari arah barat hingga barat laut dengan kecepatan rata-rata 10 hingga 25 knot.

“Tinggi gelombang 2,5 hingga 4 meter berpeluang terjadi di sejumlah perairan Maluku selama empat hari ke depan,” ujar Mujahidin dalam keterangan tertulis yang diterima media ini, Kamis (8/1/2026).

Selain gelombang tinggi, BMKG juga memperingatkan potensi angin kencang dengan kecepatan maksimum mencapai 35 knot. Angin kencang tersebut berpeluang terjadi di perairan Kepulauan Tanimbar, Kepulauan Kei, perairan Aru, serta Laut Arafura.

Mengantisipasi dampak cuaca ekstrem tersebut, BMKG mengimbau masyarakat, khususnya nelayan, operator kapal tradisional, serta warga yang bermukim di wilayah pesisir pantai, agar meningkatkan kewaspadaan dan mempertimbangkan kondisi cuaca sebelum melaut. (SM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *