AMBON, SIARMALUKU – Anda aparatur sipil negara (ASN)? Jika iya, maka Anda harus lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Walikota Ambon, Bodewin Wattimena mengingatkan ASN di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) agar memahami tanggung jawab profesinya dan menjaga etika sebagai aparatur negara.
Menurut Walikota, hal-hal sepele jika tidak bijak dalam menggunakan medsos maka bisa menjadi masalah, apalagi sampai ada yang memosting keluhan di media sosial tanpa etika.
“Banyak ASN yang sudah lupa tugas dan fungsinya. Jika ada ASN menyerang pimpinan atau menjelekkan rekan kerja tanpa dasar di media sosial, saya minta diproses sesuai ketentuan,” kata Walikota, Minggu, 7 Desember 2025.
Menurutnya, ASN agar tetap tenang dan adaptif menghadapi kebijakan kepegawaian maupun penyesuaian anggaran yang mungkin terjadi.
“Jangan putus asa menghadapi situasi yang berubah-ubah. Hanya ASN yang mampu menyesuaikan diri yang akan bertahan,” ujarnya.
Ia mengakui, seluruh kebijakan pemerintah daerah ditetapkan melalui pertimbangan terbaik untuk keberlangsungan pelayanan publik.
Sebelumnya, sebanyak 94 pejabat fungsional Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon resmi dilantik dan diambil sumpah jabatan dalam kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Vlisingen, Lantai II Balai Kota Ambon.
Pelantikan tersebut ditandai dengan penandatanganan pakta integritas serta Surat Keputusan (SK) Wali Kota Ambon Nomor 4465 Tahun 2025 dan SK Nomor 4466 Tahun 2025 terkait pengangkatan jabatan fungsional.
Walikota menegaskan pengambilan sumpah jabatan bukan sekadar prosesi formal, melainkan bentuk pertanggungjawaban moral dan spiritual terhadap tugas pelayanan publik.
“Tidak semua orang diberikan kesempatan seperti hari ini. Karena itu, kepercayaan yang diberikan harus dijalankan dengan sungguh-sungguh. Sumpah yang diucapkan bukan hanya didengar oleh kita yang hadir, tetapi juga oleh Tuhan Yang Maha Kuasa,” ucapnya.
Ia menjelaskan, jabatan fungsional menuntut keahlian khusus dan kinerja berbasis capaian.
“Tidak semua orang punya keahlian sebagai dokter, guru, atau apoteker. Karena itu, jadikan jabatan sesuai fungsi dan tugasnya serta penuh integritas,” tegasnya. (Yadi matdoan)












