Tanjung Marthafons; Kisah Cinta yang Berakhir Tragis

Salah satu pemandangan Tanjung Marthafons yang eksotisk.

Cerita Rakyat (1)

Kota Ambon memiliki sejumlah cerita rakyat yang memiliki hubungan erat dengan lokasi wisata yang ada saat ini. Salah satunya adalah Tanjung Marthafons.
Alkisah, seperti dikutip dari media Ambon Visit yang diterbitkan Pemkot Ambon, saat Portugis menguasai Kota Ambon, tepat di Desa Poka, Kecamatan Baguala, terdapat keluarga kecil yang hidup sangat bahagia. Mereka adalah Tuan Bram dan Nyonya Mina. Pasangan ini memiliki seorang anak perempuan yang dikenal sangat cantik. Namanya Martha.
Saban hari Bram bekerja sebagai nelayan, sedangkan istrinya membakar sagu. Martha sendiri, memilih menjual sagu buatan ibunya.
Martha dikenal sangat rajin membantu ibunya berjualan sagu. Bahkan, bila kelelahan Marta biasanya memilih beristirahat di bawah salah satu pohon di tanjung itu. Di tempat itu Martha biasanya menghitung pendapatannya.
Aktivitas menjual sagu itu dilakukan Martha hingga memasuki usia 17 tahun. Dan, suatu hari Martha melewati asrama tentara portugis, Martha kaget namanya dipanggil saat hari sudah menjelang malam dan belum satupun dagangannya laku terjual. Orang yang memanggil Martha ternyata tuan Alfonso, seorang komandan tentara Portugis.
Tuan Alfonso suka memperhatikan Martha yang suka berjualan sagu dan dengan alasan ingin membeli sagu. Tuan Alfonso pun mengajak Martha berkenalan. Perkenalan mereka pun berjalan, hingga terjalin hubungan asmara.
Tuan Alfonso jatuh cinta kepada Martha, begitu juga sebaliknya. Apalagi, setelah tuan Alfonso memberanikan diri melamar Martha dan disetujui kedua orangtua Martha. Hanya syaratnya, tuan Alfonso harus menunggu hingga Martha berusia 19 tahun.
Namun nahas, sebelum pesta pernikahan tersebut, Portugis melakukan pertukaran markas. Tuan Alfonso, salah satu komandan yang namanya ikut dipindahkan dari Ambon menuju Batavia, begitupun sebaliknya.
Akhirnya perpisahan pun terjadi antara pasangan yang sedang dimadu asmara ini.
Martha tak bisa berbuat banyak. Dia harus ikhlas melepaskan Alfonso demi tugasnya. Hingga suatu waktu, kapal yang akan mengangkut Alfonso berlabuh di pelabuhan. Semua pasukan telah naik. Bahkan, bunyi stom 3 kali membuat hati Martha sangat sedih ditinggal.
Tidak mampu menahan rasa sedihnya karena kehilangan Alfonso, Martha pun nekat membuang diri ke laut berenang ke arah kapal Alfonso kekasihnya. Ketika melihat kekasihnya berenang, Alfonso pun ikut terjun ke laut berenang ke arah kekasihnya. Namun, nasib berkata lain. Tubuh Alfonso dan Martha di hempas gelombang air laut dan hilang.
Kisah cinta mereka berdua kemudian diabadikan menjadi nama tanjung yang sangat kenal sebagai Tanjung Marthafons. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *